Apa yang bisa kami bantu?

A. Pendahuluan

Hai sobat Biznet Gio. Kali ini Admin akan menjelaskan bagaimana cara menggunakan NGINX sebagai Proxy untuk NEO Object Storage. NEO Object Storage adalah penyimpanan berkas digital yang kompatibel dengan Amazon S3. Menggunakan Nginx sebagai proxy untuk NEO Object Storage dapat membantu Anda mengoptimalkan dan mengelola lalu lintas ke penyimpanan tersebut. Proxy Nginx dapat membantu dalam mendistribusikan beban lalu lintas, menyediakan keamanan, dan melakukan cache untuk meningkatkan kinerja. 

B. Instalasi dan Konfigurasi

Pastikan Anda telah memiliki Instance/VM dan NEO Object Storage yang akan digunakan. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk menggunakan Nginx sebagai Proxy untuk NEO Object Storage :  

1. Update dan perbaharui package OS 

Pada artikel ini kami menggunakan OS Ubuntu. Untuk update dan upgrade OS Ubuntu dengan menggunakan perintah berikut : 

BOOTPROTO=none 
DEFROUTE=yes 
DEVICE=eth1 
IPADDR=172.100.50.103
NETMASK=255.255.255.0 
ONBOOT=yes 
TYPE=Ethernet 
USERCTL=no
Gambar 1.  Update package

2. Instalasi nginx 

Instalasi nginx, dengan menggunakan perintah berikut :

apt install nginx
Gambar 2. Install Nginx

3. Cek status nginx dan pastikan sudah aktif :

systemctl status nginx
Gambar 3. Status Nginx

4. Verifikasi instalasi nginx 

Verifikasi instalasi nginx menggunakan browser dengan menggunakan browser dengan mengisikan IP Public yang digunakan pada URL browser ynag anda gunakan. 

Gambar 4. Default Website Nginx

5. Konfigurasi nginx untuk NEO Object Storage

Buat file reverse proxy yang baru pada direktori /etc/nginx/sites-available, pada panduan ini kami menggunakan nama nos-proxy dan server name yourdomain.tld lalu isikan bari kode berikut :

server {
    listen 443 ssl;
    server_name yourdomain/subdomain.tld;

    #SSL
    ssl_certificate      ssl/bundle_chained.crt;
    ssl_certificate_key  ssl/private.key;

    location / {
        proxy_pass https://your-neo-storage-endpoint;
        proxy_set_header Host your-neo-storage-endpoint;
        proxy_hide_header Set-Cookie;
    }
}
Gambar 5. Konfigurasi Nginx

Note : 
- Gantilah yourdomain dengan domain/subdomain yang Anda inginkan.
- Gantilah your-neo-storage-endpoint dengan URL NEO Object Storage endpoint.

6. Simpan dan aktifkan konfigurasi nginx

Simpan perubahan yang telah Anda buat di file konfigurasi dan buat simbolik link untuk mengaktifkannya, seperti contoh berikut :

ln -s /etc/nginx/sites-available/nos-proxy /etc/nginx/sites-enabled/
Gambar 6. Enable Konfigurasi Nginx

7. Uji Konfigurasi nginx

Pastikan tidak ada kesalahan sintaks pada konfigurasi nginx dengan menjalankan perintah berikut :

nginx –t
Gambar 7. Cek status konfigurasi Nginx

8. Restart nginx

Jika konfigurasi valid, restart nginx untuk menerapkan perubahan denagn menjalankan perintah berikut :
systemctl restart nginx

systemctl restart nginx
Gambar 8. Restart Nginx

9. Konfigurasi domain/subdomain dan dipointing ke server yang digunakan

Setelah konfigurasi pada server dilakukan, maka dapat mengarahkan dahulu domain/subdomain yang digunakan pada IP Public server dengan detail sebagai berikut  :
Type : A
Name : yourdomain/subdomain
Value : IP Public server
TTL : 3600

C. Hasil Uji Coba

Setalah mengikuti langkah-langkah sebelumnya, silahkan akses domain/subdomain anda seperti contoh berikut :

Gambar 9. Akses CNAME Domain

D. Kesimpulan

Saat ini Nginx akan berfungsi sebagai proxy untuk NEO Object Storage. Permintaan yang datang ke domain/subdomain yang Anda tentukan akan diproxykan ke NEO Object Storage sesuai dengan konfigurasi yang Anda atur. Pastikan untuk menyesuaikan konfigurasi sesuai dengan kebutuhan Anda.

Semoga artikel ini dapat membantu Anda. Temukan bantuan lainnya melalui Knowledge Base Biznet Gio. Jika Anda masih memiliki kendala silahkan hubungi support@biznetgio.com atau (021) 5714567.